Chinese New Year

bg karya kiri
bg karya kanan

Chinese New Year

Sherlin Chrisfinska Septiana – 2021

UnkaRupa

Share Karya ini :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Batik tulis yang berjudul “Chinese New Year” ini dominan berwarna merah dan kuning yang sangat identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Orang Tionghoa meyakini bahwa warna merah melambangkan kebahagiaan, lambang kebaikan dan ketulusan hati serta lambang semangat dan keberuntungan. Alhasil, warna merah disukai orang Tionghoa dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Sedangkan warna kuning emas melambangkan keagungan atau kewibawaan, diyakini juga sebagai lambang kemakmuran yang dapat membawa aura positif. Pada saat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai tempat pasti penuh dengan dekorasi khas Imlek dengan lampion, angpao dan lain sebagainya yang identik dengan warna merah dan kuning. Hal ini sebagai harapan dan kepercayaan bagi orang Tionghoa memberikan suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

 

Pada karya batik Interior berupa lampu hias terdapat motif lampion-lampion dan Naga, identik dengan warna merah dan biru. Pada hiasan dinding terdapat motif yang menceritakan perayaan Tahun Baru Imlek yaitu hiasan lampion-lampion, angpao merah, berbagai makanan khas Imlek, serta pertunjukan Barongsai atau bisa disebut juga Tarian Singa dan Liang Liong yang disebut Tarian Naga, tarian ini merupakan tarian yang dipentaskan pada acara-acara besar yang diyakini membawa keberuntungan. Masyarakat China tradisional yakin bahwa pertunjukan tarian ini merupakan salah satu cara untuk berdoa. Dalam budaya Tiongkok singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan, sehingga orang-orang melakukan tarian Barongsai ini untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh dua orang penari yang menggunakan kostum Barongsai. Dikutip dari China Highlights, pada budaya tradisional Tiongkok, singa, seperti halnya naga Tiongkok, hanyalah hewan yang ada dalam mitos, dan sebenarnya tidak ada singa di Tiongkok.

 

Karya batik berupa jarit bermotif Shio yang dalam kalender China dibagi berdasarkan tahun kelahiran seseorang. Masing-masing Shio dilambangkan dengan hewan yang berbeda-beda. Pada Tahun Baru Imlek biasanya jatuh pada tanggal yang berbeda pada kalender matahari setiap tahunnya. Setiap Tahun Baru Cina diberi salah satu dari 12 tanda zodiak atau shio. Pada tingkat yang lebih dalam, setiap cabang shio dicirikan oleh Yin atau Yang dan sebuah elemen. Contohnya, mengikuti kalender Cina, 2021 adalah Tahun Kerbau Logam.

 

Saya memilih tema Imlek karena menurut saya Budaya Tiongkok cukup unik dan menarik serta memiliki ciri khas yang menonjol, hal ini juga mengingatkan saya pada masa kecil yang sering mengikuti berbagai perlombaan seni lukis sering mengangkat Tema Imlek dan Tarian Barongsai. Pada saat saya mengangkat Tema Imlek saya sering mendapat kejuaraan, hal ini menurut saya adalah sebuah hoki (keberuntungan).

Detail

Judul : Chinese New Year

Pembuat : Sherlin Chrisfinska Septiana

Media : Pewarna Remasol Pada Kain Primis A dan Primissima

Ukuran :

  • Jarit : 230 X 115 cm
  • Hiasan Dinding : 140 X 70 cm
  • Lampu Hias : 25 X 25 X 40 cm
  • Baju Gamis
UNKARUPA 2021 | Copyright © Unkarupa UNESA 2021