Lamongan Budaya

bg karya kiri
bg karya kanan

Lamongan Budaya

Sekar Arum Mahdi Sri Buana Putri – 2021

UnkaRupa

Share Karya ini :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Dalam batik “Lamongan Budaya” ini menggambarkan berbagai macam kebudayaan dan icon yang ada di kabupaten lamongan. Kebudayaan dan icon tersebuat antara lain, tarian tradisional Kabupaten Lamongan yaitu “Tari Boranan yang menggambarkan perjuangan hidup para penjual nasi boran yang berjualan di Kabupaten Lamongan. Kesenian tari boranan sebagai gambaran tentang semangat, kesabaran, dan kegairahan serta ketangguhan para penjual nasi boran dalam menjajakan dagangannya. Boran sendiri merupakan istilah khas Lamongan yang digunakan untuk menyebut sebuah wadah atau wakul tempat nasi yang terbuat dari anyaman bamboo, yang digunakan para penjual nasi boran (sego boran).

 

Motif “Bandeng Lele dan Keris” yang diambil dari icon Kabupaten Lamongan, motif lele melambangkan sikap ulet, sabar dan tahan terhadap segala rintangan. Sebab ikan lele mempunyai patil sebagai senjata untuk menyerang jika merasa terancam. Motif bandeng melambangkan bahwa masyarakat Lamongan memiliki semangat untuk mencapai tujuan mulia dan potensi komiditi yang dimiliki oleh Lamongan cukup memadai, sehingga mayoritas mata pencaharian di Kabupaten Lamongan, sebagai petani pembudidayaan ikan dalam tambak. Sedangkan motif keris melambangkan kewaspadaan masyarakat Lamongan kepada orang asing yang datang berkunjung ke tanah Lamongan.

 

Motif “Bunga Melati” memiliki arti kesucian, kelembutan dan keharuman dalam kehidupan bemasyarakat. Motif “Kepiting” melambangkan bahwa batas sebelah utara Lamongan merupakan daerah pesisir pantai yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan, dan hasil tangkapan terbanyak diperoleh yaitu kepiting, sehingga diwujudkan pula patung kepiting raksasa tepat di pintu masuk Wisata Bahari Lamongan (WBL). Hal itu menunjukkan bahwa kepiting merupakan hasil tangkapan para nelayan yang banyak dijumpai dan merupakan ciri khas fauna daerah pantura di Kecamatan Paciran Lamongan.

 

Motif “Gapura Paduraksa” melambangkan kebaikan yang diajarkan oleh Sunan Sendang Duwur. Dua buah sayap mengembang di sisi kanan dan kiri gapura yang sering di asumsikan sebagai simbol keakheratan. Motif “Singo Mengkok” melambangkan sifat kebijaksanaan sebagai penangkal watak dan perilaku jahat. Motif “Gunung Candramuka” merupakan motif tertua dan turun temurun pada batik Sendang Duwur, sehingga sampai saat ini motif tersebut masih sering digunakan untuk batik khas dari Sendang Duwur, Paciran, Lamongan.

 

Motif “Bunga Klorak” melambangan kecantikan yang alami, seringkali dijumpai di pingiran sungai dan tumbuh liar. Bunga ini banyak sekali dijumpai di daerah Lamongan, seperti di Desa Sekaran. Dan motif yang terakhir yaitu motif “Ikan Togek”, yang kerap diperjual belikan di Desa Sekaran sebagai mata pencaharian masyarakat Sekaran.

 

Batik “Lamongan Budaya” ini cenderung berwarna biru, oranye, maroon, hijau dan coklat. Lambang dari warna-warna tersebut yakni warna Biru melambangkan ketenangan dan tanggung jawab. Biru muda melambangkan kesegaran dan keramahan. Biru tua melambangkan kekuatan dan dapat diandalkan. Warna oranye melambangkan kreativitas dan energik. Warna maroon melambangkan keberanian, kekuatan, kehangatan dan keindahan. warna hijau melambangkan penyeimbang, harmonis dan stabil. Sedangkan warna coklat melambangkan kesederhanaan dan kenetralan.

Detail

Judul : Lamongan Budaya

Pembuat : Sekar Arum Mahdi Sri Buana Putri

Media : Kain Primisima

Ukuran :

  • Kain Panjang 230 X 115 CM
  • Hiasan Dinding (Persegi Panjang) 150 X75 CM
  • Hiasan Dinding (Lingkaran) diameter 50 CM
  • Baju
UNKARUPA 2021 | Copyright © Unkarupa UNESA 2021