Benteng Terakhir Siluk Merah

bg karya kiri
bg karya kanan

Benteng Terakhir Siluk Merah

Ahmad Ilham Ansori – 2021

UnkaRupa

Share Karya ini :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Danau sentarum merupakan danau terbesar di kalimantan barat, sentarum yang luwas itu merupakan Terdiri dari delapan puluh danau yang yang lebih kecil tiap danaunya memiliki sungai kecil yang saling berhubungan, dikala musim hujan air di danau-danau meluap jadi satu kesatuan. Keanekaragaman flora fauna yang berada di wilayah sentarum tidak dimiliki di daerah lain oleh sebab itu kawasan danau Sentarum menjadi hutan lindung. Ikan seluk merah atau sering dikenal sebagai ikan arwana red keberadaan nya di alam bebas kini semakin terbatas, kecantikan ikan arwana membuatnya menjadi ikan hias dengan harga selangit, permintaan pasar yang tinggi membuat perburuan ikan arwana secara ilegal di danau sentarum meraja lela, peran pemerintah desa dalam meminimalisir kepunahan ikan siluk meerah atau arwana red yaitu dengan memberikan sangsi adat dengan memberikan denda tiga ratus ribu apabila ada yang mengambil ikan arwana di danau sentarum dan masarakat juga diperbolehkan mengambil ikan arwana dengan ketentuan yang diambil hanya ikan arwana yang masih anakan berukuran 5 cm dan menangkapnya dilakukan mengunakan senter dan jaring payung pada malam hari.

Detail

Judul : Benteng Terakhir Siluk Merah

Pembuat : Ahmad Ilham Ansori

Media : kayu pule dan akar jati

Ukuran : 30×60 cm

UNKARUPA 2021 | Copyright © Unkarupa UNESA 2021