Dark Era

oleh Choirul Anwar

Pandemi, media dan kekuasaan sedang menghias kekhawatiran. Doa yang sama sering dipanjatkan. Televisi adalah jendela untuk melihat apa yang terjadi di luar rumah. Dimana sebagian besar audiens yang melihat dan mendengar tayangan berita mengenai Covid-19, mengalami reaksi emosional yang berlebih. Sehingga mempengaruhi psikis dan perilaku di kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa semiotik yang ingin saya sampaikan dalam karya ini, visual dari burung hitam dan samar simbol Tut Wuri Handayani menjelaskan bahwa kondisi pendidikan di era pandemi Covid-19 saat ini sedang mengalami ketimpangan. Dimana pembelajaran yang dilakukan secara daring, tidak begitu efektif dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka. Ketika smartphone dan kuota menjadi jembatan untuk belajar, maka mereka yang tak mempunyai fasilitas yang memadai harus belajar di ruang hampa.

Visual ular sebagai simbol dari propaganda yang mempunyai lidah bercabang dua, menggambarkan penyampaian karakter ular yang perlu diwaspadai, berubah-ubah dan tidak mudah dipercaya. Seperti yang terjadi pada media dan kekuasaan saat ini.

KETERANGAN KARYA
Tahun : 2020
Media : Acrylic on Canvas
Dimensi : 150x120 cm
PROFIL
PERUPA :
Choirul Anwar
NIM 17020124056
PENDALAMAN & KELAS :
KONTAK & SOSMED
Lihat Karya Lain
Lihat Karya Perkelas